Taman Sari Yogyakarta adalah destinasi wisata yang cocok bagi kamu-kamu yang menyukai sejarah tapi tetap ingin menikmati ketenangan gemericik air. Tidak ada yang bisa menolak keindahan arsitektur kuno tempat ini.

Dengan banyak bangunan yang berciri khas Jawa, pengetahuan kita akan semakin kaya, ditambah lagi pengalaman historis tersebut akan dibuat lebih menyenangkan dengan wisata air.

Namun wisata air disini sebagai tempat mencari ketenangan karena taman ini sudah dijadikan cagar budaya, dan tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam kolam air.

Tempat Wisata di Jogja : Jembatan Sesek Mangir

Untuk lokasinya, destinasi wisata berdekatan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya berjarak 10-15 menit saja dari alun-alun keraton.

Dahulu sebelum dijadikan tempat wisata, tempat ini adalah tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan. Hal ini yang menyebabkan arstitektur Taman Sari Yogyakarta begitu kental dengan nilai sejarah.

Taman Sari Water Castle Jogja
Taman Sari Water Castle Jogja

Sejarah Taman Sari Yogyakarta

Konon, taman ini dibangun di atas keraton lama dan awalnya diberi nama “The Fragrant Garden” dan dipergunakan sekitar tahun 1765-1812. Mulanya taman ini membentang dari bagian barat daya kompleks Magangan.

Walaupun difungsikan sebagai kebun kerajaan, namun Taman Sari Yogyakarta bisa menjadi benteng pertahanan jika istana diserang musuh. Proses pembangunan taman ini dipimpin oleh Tumenggung Mangundipuro dengan biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati dari Madiun yakni Tumenggung Prawirosentiko dan rakyat Madiun sebagai pekerjanya.

Ditengah pengerjaan, proyek ini diambil alih Pangeran Notokusumo dari Tumenggung Mangundipuro.

Taman Air Jogja - Taman Sari
Taman Air Jogja – Taman Sari – via IG @wulankenanga

Apa saja yang ada di Taman Sari Jogja?

Taman Sari memiliki luas area 10 hektar, selain itu cagar budaya Taman Sari Yogyakarta dilengkapi dengan 57 buah bangunan yang teridiri dari kolam pemandian, danau buatan, dua buah pulau, jembatan gantung, kanal air, taman lorong bawah, serta beberapa bangunan yang memiliki desain Eropa, China, dan Islam.

Taman Sari Yogyakarta memiliki 4 kompleks, yakni:

  1. Kompleks 1
    Di kompleks pertama kita akan menemukan danau buatan, Pulo Kenongo, Pulo Cemethi. Kedua pulo (pulau) merupakan pulau yang berada diatas danau buatan. Pulo kenongo menjadi tempat bagi Gedhong Kenongo, yakni sebuah gedung tertinggi di Keraton Yogyakarta sehingga kita bisa melihat wilayah keraton secara menyeluruh. Pulo Cemethi digunakan oleh sultan sebagai tempat meditasi, dan untuk mencapainya harus melewati lorong bawah tanah.
  2. Kompleks 2
    Kompleks kedua Taman Sari Yogyakarta terletak di sebelah selatan danau buatan, dan menjadi bagian yang masih utuh bila diandingkan dengan kompleks lainnya. Oleh karena itu kompleks ini menjadi kompleks yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan. Di kompleks ini kita akan dipertemukan dengan beberapa gedung yakni Gapura Hageng, Lopak-lopak, Umbul Pasiraman, Gedhong Sekawan, Gapura Panggung sertaGedhong Temanten.
  3. Kompleks 3
    Untuk kompleks ketiga kita tidak akan banyak menemukan peninggalan sejarah. Banyak bagiannya yang sudah menghilang dan sudah ada upaya untuk rekonstruksi. Dahulu kompleks ketiga meliputi Kompleks yaitu “Pasarean Dalem Ledok Sari”, Kompleks kolam “Garjitawati” dan juga beberapa bangunan lain dan taman serta kebun.
  4. Kompleks 4
    Kompleks keempat dari Taman Sari Yogyakarta tinggal menyisakan jembatan gantung serta dermaga.

Banyak dari kompleks taman yang sudah tidak utuh. Hanya kompleks kedua yakni Umbul Binangun saja yang terjaga keutuhannya hingga kini. Sedangkan tiga kompleks lainnya sudah dijadikan perkampungan penduduk yang sebelumnya adalah abdi Keraton Yogyakarta.

Harga tiket masuk Taman Sari Yogyakarta

Harga tiket cukup terjangkau bagi pengunjung. Untuk sekali masuk dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 namun belum termasuk parker kendaraan lewat pintu depan.

Tetapi jika kita masuk melalui Sumur Gemuling kita hanya membayar parkir saja namun harus berjalan sejauh satu kilometer. Di sini kita juga bisa menyewa guide yang banyak menunggu di pintu masuk taman.

Para guide ini hanya meminta uang seikhlasnya saja, namun kebanyakan orang-orang membayar sebesar Rp 25.000.

Tempat Wisata di Jogja : Air Terjun Kedung Kandang

Untuk perlengkapan yang perlu dibawa, kamu bisa membawa kaca mata hitam, topi, dan sunblock karena cuaca yang cukup panas di daerah ini. Selain itu kita harus membawa minuman dan beberapa obat-obatan yang kita butuhkan karena luasnya taman akan cukup menguras tenaga kita.

Tidak lupa juga untuk menjaga kebersamaan agar tidak ada anggota yang hilang, menjaga kesopanan, dan tidak merusak taman.

Dengan harga yang murah, akses yang cukup mudah, dan menawarkan keindahan yang mengagumkan maka tidak salah jika kita mengunjungi Taman Sari Yogyakarta.

Selamat berlibur 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Answer! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.