Hay sobat seneng dolan..

Siapa nih yang belum tau daerah Gunungkidul, Yogyakarta ? Di sosial media udah terkenal banget loh. Bagi kalian yang anak ‘hits’ pastilah tau dong kalau sebagian keindahan alam Yogyakarta ada di Gunungkidul. Yap, disana banyak sekali jajaran pantai – pantai dengan nama dan view yang memiliki keunikan masing – masing.

Kali ini, aku bakal cerita tentang pengalaman pertama nge-camp bareng teman – teman di salah satu pantai di Gunungkidul. Maklum yaaaaaaa, anak ibu jadi jarang merambah dunia luar, apaan sih. Sebenernya untuk mendapatkan restu dari ibunda bener – bener sulit banget, maklum lah yang namanya orang tua punya anak cewek yang wajahnya masih imut begini tapi umur kepala dua pastilah banyak khawatirnya.

Kita sebagai anak dan belum menikah jadi kagak tau rasanya. Terjadi salah paham antara ibunda dan aku, beliau kira nge-camp itu nggak nginep di luar, hmm gemes deh. Lucu sih tapi sedih juga rasanya, karena kalimat “nggak usah ikut” terlontar oleh ibu ketika jam 07.00 pagi, padahaaaaaal eh padahal aku kumpul jam 08.00 pagi booo, kebayang kagak tuh lemesnya. Dan setelah melalui rayuan panjaaaaang, akhirnya ibu aku luluh juga, yeaaaaay!! Langsung cus deh mandi, rapihin barang dan berangkat.

Tempat wisata di Gunungkidul : Embung Nglanggeran Gunungkidul

Taraaaaaaa, habis naik karpet doraemon akhirnya aku sampe juga di tempat check point dengan teman – teman aku, cepet banget yaaaah hahaha udah gak sabar pingin cerita sih. Setelah packing seluruh barang – barang, akhirnya kita berangkat bersama naik sepeda motor. Aku gak nyetir yaaah, mana kuat nyetir naik turun gunung 2 jam hahaha.

Oiya, aku dan teman – temanku total 12 orang dengan 6 motor yang berangkat nge-camp ke Gunungkidul. Di jalan kita sempet terpisah dengan salah dua pengendara motor. Sempet nunggu lama tuh di pinggir jalan, ternyata mereka lewat rute yang berbeda, tapi tujuannya sama kok yaiyalaaaah. Akhirnya kami janjian untuk ketemu di TKP aja.

Akhirnyaaaaa sampai juga, eits ini belum di tempat tujuan kami yaaa. Sekitar pukul 13.00 kami mampir di pantai Ngrenehan dan memutuskan untuk beristirahat sekaligus makan siang. Di sini kami sudah berkumpul lagi dengan temen kami yang menghilang sebelumnya, hahahaha menghilang. Selain makan siang, kami juga membeli ikan disini lho untuk bekal makan malam nanti. Setelah kenyang dan sebelum ngantuk, kami melanjutkan perjalanan.

Tibalah kami di pantai Ngrawah, pantai tujuan kami soooob !! Tapi ya, pake tapi nih, kita baru sampai di parkiran motornya dan ke pantai masih harus di tempuh dengan jalan kaki sekitar 2 km, haaaaaaaaaah ! sambil mlongo hahahahaha.

Kenapa harus jalan kaki ? Karena tracking untuk sampai ke pantai Ngrawah harus mendaki gunung, lewati lembah udah kayak lagunya ninja Hatori deh hahahaha. Oiya, HTM di post jaga untuk masuk lingkungan pantai sekitar Rp 10.000,- per kepala dan untuk parkir inap motor juga Rp 10.000,- per motor, cukup terjangkau ya…

Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul

Waktu pertama kali mata ini lihat pantainya, whoaaaa bener – bener nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ? Karena indah banget teman – teman. Pantainya bersih dengan pasir putih yang di penuhi kerang – kerang dan tanaman merambat. Bener – bener masih alam banget, jadi di pantai Ngrawah ini nggak ada kamar mandi atau air tawarnya.

Setelah sampai, kami letakkan semua barang yang menempel di tubuh lalu kami lari sana lari sini, jepret sana jepret sini merekam setiap sudut keindahannya ke dalam memori. Tertawa bersama, melepas lelah, sungguh perasaan bahagia yang tidak bisa diungkapkan, lelah kami tak sia – sia digantikan dengan kebersamaan ini.

Saat itu aku merasa paham sekali dengan perasaan anak muda yang hobi beraktifitas di alam terbuka seperti kegiatan camping ini. Salah satu yang aku suka ketika tiba yaitu hembusan angin yang kencang, serasa seluruh beban hidup di dada menghilang terbang jauh dibawanya.

Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul

Yap, setelah puas dengan perkenalan alamnya dan berhubung waktu yang semakin cepat berlalu, kami bergegas untuk membangun tenda sebelum malam tiba. Tidak mudah membangun tendanya lho, karena angin kencang yang aku ceritakan tadi. Setelah hampir satu jam, kami akhirnya berhasil membangun tenda dan mengumpulkan kayu – kayu untuk api unggun.

Saat senja, kami berkumpul di dekat laut untuk menikmati suasana terbenamnya matahari, indaaaaaaaah sekali. Kalian tau, rasanya menikmati perubahan warna langit dari biru muda menjadi jingga lalu gelap, kami masing – masing hanya terduduk, terdiam dan banyak sekali mengucap pujian untuk Pencipta alam semesta ini. Begitu indah, begitu damai, begituuuuuuuuu menenangkan.

Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul

Saat malam mulai merenggut menggantikan siang, kami mulai menyalakan api unggun. Nah, setelah semua warna menjadi benar – benar gelap dan perut kami sudah mulai bersiul kelaparan hahahaha kasian amat, akhirnya kami memanggang ikan dan memasak air untuk menyeduh kopi, yah kenapa kopi ? Karena teman – teman aku ini para pecinta kopi jadi ikut ketularan suka kopi deh hahaha.

Setelah berjam – jam berlalu lebaaaaaay buk, akhirnyaaaa jadi juga santapan makan malam kami yaitu ikan bakar kremes ! Yeaaaaay. Kremesnya apa coba bayangkan ? Pasir pantai hahahaha, karena ikannya sempet jatuh ke pasir setelah di bakar, jadilah kami mau nggak mau harus mencerna kremesan batu itu hahaha, gapapa lah ya, tetep aja nikmat kalo makannya bersama – sama.

Berhubung kelaparan, kita makan nggak ada 15 menit lho, cepet banget kan ? Rakus semua ini anak – anaknya hahahaha. Kita cuci piring pakai air laut, jadi kebayang dong gimana main kejar – kejaran sama ombak biar piring bersih tapi badan dan baju aman dari air. Hasilnya tetep aja, basah !!!!!

Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul

Selesai makan, kami membuat sebuah lingkaran, lalu kami ngobrol ngalor ngidul di depan api unggun sambil menyeduh kopi – kopi yang ada. Semakin malam arah perbincangan kami semakin mendalam, kami saling menilai kekurangan dan kelebihan dari teman – teman kami. Bagiku, ini adalah sebuah motivasi dan intropeksi diri yang sangat nyaman karena suasananya santai, penuh tawa, kejujuran dan tidak ada dendam.

Kami kawan, kami saling menerima kelebihan dan kekurangan dari kawan kami yang lain. Malam semakin dingin, selesai berbincang bincang kami memutuskan untuk mendekati laut dan merebahkan tubuh di sisi pantai tanpa cahaya. Dan, whoaaaaaa lagi – lagi entah untuk kesekian kali aku terpesona tetap terpesona, aku benar – benar terhipnotis oleh indahnya alam semesta ini.

Aku melihat banyak sekali bintang dan langit terasa sangat luas, seolah aku bisa bernafas paling lega saat itu. Saat ku angkat tanganku dan mengarahkannya ke langit, aku merasa sangat menyatu dengannya, menyatu dengan alam, menyatu dengan keindahan yang tak berhujung.

Aku sangat bahagia sampai tertidur pulas saat itu, emang dasar ngantuk ahahahahah. Dan malam itu, di bawah langit adalah momen yang paling kusuka, sampai kami tidak sempat mengabadikannya kedalam gambar. Sekitar pukul 23.00 aku dibangunkan paksa oleh teman – teman yang lain dan diajak masuk ke dalam tenda karena udara yang semakin dingin.

Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul

Esoknya, haaaaaaaay pagi. Langit perlahan cerah, gelap perlahan terganti dengan warna biru muda. Cepat sekali waktu berlalu. Dengan mata masih sayu, kami berjalan ke sisi laut lagi, menikmati pergantian warna langit sambil menyeduh sarapan pagi kami yang hanya segelas susu hangat. Ombak semakin tinggi dan angin mulai kencang lagi. Setelah puas menikmati pagi hari di pantai Ngrawah, kami bergegas membereskan tenda dan perlengkapan lain.

Dengan hati yang cukup berat, kami berjalan meninggalkan pantai dan menyusuri bukit – bukit untuk kembali ke perkiran kendaraan. Kami harus menerima kenyataan ah elaaaah karena besok sudah harus kembali ke rutinitas – rutinitas padat kami di depan layar komputer.

Lalu kami melanjutkan perjalanan dan mampir untuk sarapan di pantai Ngrenehan di tempat yang sama dengan saat berangkat. Setelah mandi, kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Tiba di check point, kami istirahat sebentar, lalu berpisah ke rumah masing – masing.

Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul
Pantai Ngrawah Gunungkidul

Yap, sekian cerita pengalaman pertamaku camping yang juga merupakan postingan pertamaku di seneng dolan, semoga kalian suka ya. Atau mungkin ada yang berencana camping juga di pantai Ngrawah ? Boleh banget kok. Dan rasakan sendiri sensasi yang aku rasakan saat itu, love banget !

Tempat wisata di Gunungkidul : Pantai Gesing Gunungkidul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Answer! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.